Inilah Alasan Mengapa Harus Berhenti Berkerja Keras

Posted on
  • Wednesday, February 5, 2014
  • by
  • Beranda Kata
  • in
  • Labels:
  • Kuantitas akan membunuh berkualitas. Pastinya kita sangat ingin menjadi yang terbaik pada apa yang kita lakukan. Tapi ingat bahwa semakin banyak tugas yang kita terima, maka kesempatan menjadi lebih kecil untuk melakukan pekerjaan yang baik di pekerjaan itu. Lebih baik mengurangi banyak item dari daftar tugas dan prioritaskan pekerjaan yang memang harus didahulukan. 

    Berkurangnya waktu tidur. Cara untuk menjadi lebih produktif, lebih terinspirasi, dan menikmati hidup adalah cukup tidur. Tapi sayang karena banyak orang yang bekerja terlalu keras sehingga akan hilang banyak waktu tidurnya.

    Merusak mood. Jadi sensitif, tidak sabar dan lekas marah adalah yang terjadi pada orang yang terlalu banyak bekerja dan hal itu akan berpengaruh buruk atas orang-orang di sekitar baik di kantor maupun di rumah. Jika kita seorang karyawan, hal itu akan merusak karir dan jika seorang pemilik usaha hal itu akan merugikan bisnis.
     
    Penilaian menjadi tidak objektif. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa gangguan tidur dapat mempengaruhi keputusan pribadi. Jika berprofesi sebagai atasan, penilaian kita akan tidak objektif dan dapat merugikan pegawai di kantor. Maka sebaiknya hapus beberapa tugas dari daftar dan serahkan kepada orang lain, sehingga kita bisa berkonsentrasi penuh untuk keputusan-keputusan sulit pada sebuah pekerjaan

    Merusak kesehatan. Adalah Mita Diran yang akhirnya tewas setelah dia bekerja selama 30 jam, tentu dia tidak tahu bahwa dia mempertaruhkan hidupnya dengan bekerja keras? Sebaiknya para karyawan mulai berpikir dua kali untuk bekerja keras. Pasalnya, bekerja terlalu keras justru dapat merusak kesehatan hingga berujung kematian.

    Merusak pertemanan. Saat harus bekerja secara extra kita akan kehilangan banyak waktu untuk bersama bersama teman dan saudara. Akibatnya akan banyak orang yang akhirnya meninggalkan kita karena terlalu egois saat bekerja.

    Kerjaan tidak akan ada habisnya. Jika kita sedang menjalankan sebuah bisnis pribadi, akan selalu ada proyek baru untuk dikerjakan, konsumen untuk didekati dan teknologi baru untuk dicoba. Kita tidak pernah bisa keluar dari jeratan pekerjaan baru sebab semakin banyak pekerjaan yang selesai semakin banyak proyek baru berdatangan. (Time)

    62 comments:

    ione said...

    Intinya, fokus ya....
    Duh, ngeri juga baca kasus Mita Diran T_T

    rido ady said...

    wah jadi gak boleh bekerja keras gtu gan ??? :D

    sarofudin uzumaki said...

    setuju sekali bang karena kita harus bekerja dengan pintar bukan dengna ngoyo

    Prapto Ari Perwira said...

    jadi memang harus bekerja cerdas ya sekarang?

    Heri Assidiqi said...

    Harusnya sih Keras dulu, baru Kerja. jadi gak letoy he..he,,

    Beranda Kata said...

    haha itu porno sob ...

    Evi Sri Rezeki said...

    Saya termasuk orang yang suka kurang tidur. Mesti diperbaiki. Terima kasih artikelnya :)

    Yazid System said...

    memang kerja yg baik itu haruslah kerja yg berimbang yah mas..

    Valentino Febrian said...

    Yahh nyimak aja mas,, blum bkerja saya ... klau udah bekerja mungkin akan brhenti bkerja jika sama yg diatas

    Munawir Alfikri said...

    aduhh .. ada bagus nya juga sih mas..

    Ridhwan Blogger said...

    terimakasih gan atas infonya yang bermanfaat ini.. :)

    paridah said...

    untuk berjaya perlu berkorban apa saja...

    Mohammad Isnaeni said...

    Saya pernah dinasehati teman untuk memilih pekerjaan (wirausaha) yang tidak memperbudak diri sendiri, katanya sama saja dengan menzholimi diri sendiri. Dia mencontohkan bisnisnya yang pake cara online, jual kamera dan kerajinan, gak terlalu sibuk tapi hasilnya tidak kalah gede ..

    Agung Rangga said...

    untung saya lebih suka kerja ser-san, serius tapi santai~ :)

    Mas Onqi said...

    wah, info yang menarik gan
    memang seharusnya gitu, bekerja keras harus juga ada batasan-batasannya
    seperti yang sobat sebutkan diatas

    kang haris said...

    Awalnya kita bekerja keras, cerdas, tuntas dan ikhlas
    Nantinya uang yang bekerja untuk kita :)

    Dwi Alfina said...

    nice share gan ;)

    Pri Enamsatutujuh said...

    Karena itu ada sebuah kata bijak mengatakan bahwa yg terpenting itu bukan hanya 'kerja keras' tp juga 'kerja cerdas'.

    Marnes Kliker said...

    wah pembahasannya menarik nie mas, sepertinya pola pikirnya harus diubah nie jangan lagi kerja keras tapi kerja cerdas :)

    Herdoni Wahyono said...

    Siapa yang tidak ingin sukses dan kaya raya? Time is money. Bekerja, bekerja, bekerja! Lagi, bekerja keras untuk meraih apa yang kita inginkan. Ulasan ini memberi kita 'peringatan' apa yang sebaiknya kita lakukan.

    Manusia memang bukanlah mesin atau robot. Dia memiliki perangkat yang halus berupa hati. Inilah yang menjadikan manusia makhluk sosial yang begitu unik. Alangkah bahagianya bila kita selalu 'bekerja bersama hati'.

    Terima kasih sharingnya yang menarik. Memacu dan memotivasi kita untuk 'lebih baik lagi' kedepannya. Salam cemerlang!

    Firman Ardyansyah said...

    Benar sekali point-point diatas :)
    Terimakasih atas sharingnya..

    acik idah said...

    Selagi belum 'tutup mata'... kerja.. kerja.. kerjaa...
    Pandai2 la kita membahagikan masa antara duniawi dan ukhrawi.. :D
    Salam perkenalan...

    Khai♥Rin : anies said...

    kerja memang perlu tapi bukan bekerja keras...bekerja harus smart... hati mau lapang... insya allah bebas segala stress

    irpan sah said...

    intinya kerja harus cerdas.. bukan keras.. :)

    Indra Kusuma Sejati said...

    Kerja cerdas akan menghasilkan maksimal ya Mas ? he,, he,, he,,,

    Salam

    Penghuni 60 said...

    semua hal itu memang harus diseimbangkan sob, jgn sampe justru karena salah satunya lebih dominan, yg terkena dampaknya adalah kesehatan tubuh kita

    Achmad Fazri said...

    Kalau awal-awal sih masih semangat membara, tapi kalau udah lama, sempat bosen juga, kita kan diciptakan juga untuk bekerja (Usaha), tapi jangan Over,

    Dhicomp said...

    Yah semua orang inginnya sukses Teman, kalau kita ulet didalam pekerjaan Insya Allah sukses Teman

    khusna khairunnisa said...

    Tauladan kita sudah memberi wasiat agar kita tengah-tengah saja...seimbang antara dunia dan akhiraat...bahkan dalam urusan sederhana semisal makan, lambung sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sisanya untuk udara...sesuai porsi

    nimda pns said...

    ya kalau menurut saya mending kualitas kerja yang di maksimalkan
    contohnya kerja 5 jam dalam sehari, tapi porsi kerjanya yang
    bisa mengerjakan pekerjaan yg biasa dikerja 10 jam..
    jadi waktu untuk yang lain-lain tetap ada.. tul gak bro?
    Trims

    SmuaInfo said...

    Wah kayaknya harus mulai atur waktu nih :D

    Mukhamad Sholikudin said...

    Intinya bekerja ya bekerja, dan waktu istirahat ya istirahat.
    Lebih menghargai diri sendiri. :-)

    LOWONGAN KERJA SMK TERBARU 2014 said...

    kunjungan pertama gan, salam kenal

    jenx indah said...

    Bener juga ya sob kadang kalau kita punya keinginan kita harus berusaha keras untuk mencapainya yang kadang kita melupakan akibat dari yang kita buat

    Mrs. Asvan said...

    Hmmmmm.... ada benarnya

    Ranii Saputra said...

    intinya kerjaan harus yg bisa dinikmati, jadi gak bikin beban :D

    Wahyu Eka Prasetiyarini said...

    wah kalau nggak kerja keras, nanti hasil nya yang nggak optimal kang :)

    handri setiawan said...

    wah kalu gk kerja bisa berabe entar mas

    Pakde Cholik said...

    Hidup memang harus seimbang ya
    Kerja terus nggak pernah rekreasi ya peyok
    Salam hangat dari Surabaya

    Valentino Febrian said...

    kunjungan lagi mas joe

    Rizkyzone.com said...

    kalau dalam pandangan saya bekerja keras itu kerja yang semangat mas, bukan bekerja yang sampai lupa waktu, semua ada waktunya sendiri, waktunya kerja y kerja, waktunya istirahat y istrahat, nggak perlu dipaksakan juga mp g kenal waktu, badan kan juga butuh istirahat, badan juga bukan mesin, mesin sahaja yang g punya naluri kalau over penggunaanya bisa ngambek / ngadat

    Yaumil Akbar Firdaus said...

    terus terusan kerja keras salah juga ya

    Wisata Murah said...

    yups, kata kata bijak, semakin banyak kerjaan yang kita selesaikan memang semakin banyak kerjaan yang menumpuk menunggu untuk dikerjakan...

    kata orang tua dulu kalau kita ngalami seperti itu wajib dobell syukurnya karena sedang lakum hehe,, tips menarik gan

    Citro Mduro said...

    keseimbangan dalam hidup

    Aldino Akmel said...

    kalau menurut saya, yang paling memungkinkan adalah Berkurangnya waktu tidur dan Merusak kesehatan

    Anthonie Eka said...

    yang penting bekerja sewajarnya saja yah sob kalau terlalu ngoyo bekerja juga nggak bagus untuk kesehatan, makasih sharingnya :)

    Apk Gratis said...

    setuju sama atas ane mas..hehe

    Propertiniaga.com said...

    Tetap harus kerja keras Kang, biar hasil yang didapat juga maksimal

    Muh Hendrik said...

    Yang pasti sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Manusia yang cerdas memang harus bisa menyeimbangkan pola hidup yang dijalaninya

    21inchs said...

    Mita Diran meninggal bukan karena bekerja terlalu keras mas, mungkin ada juga aspek lain yg menyebabkannya seperti konsumsi minuman berenergi yg terlalu berlebihan ataupun juga karena ada penyakit bawaan yg kambuh..

    Work is never ending proses..

    oyo sukarya said...

    biar tetap seimbang kita bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas

    Lilian said...

    yang lebih penting smart work dan bukan hard work

    Devy Indriyani said...

    kalau menurut saya,cukup bersyukur dengan yang kita terima, karena mencari kepuasan seperti kaya raya dan sukses,itu dengan gampang kita gapai jika kita merasa selalu bersyukur,karena jika semua manusia didunia ini kaya raya,siapa donk yang menanam padi buat kita makan..

    Guns said...

    Ikut nyimak aj dch, kya'y komen'y udh lengkap tch...

    Nandar Sunandar said...

    ngena banget postingannya :D

    Beranda Kata said...

    hehe.. thanks telah berkunjung sob

    TONGKONANKU said...

    Kalau saya sih tetap kerja keras, tapi smart. :)

    Wahyu Eka Prasetiyarini said...

    kerja keras memang memforsir tenaga dan fikiran ya mas. :)

    intanrawit said...

    wih sampai tewas gitu setelah bekerja 30 jam?
    ckckck
    harus mengerti skala prioritas yah

    Leony Li said...

    mau kerja keras tapi kalau menjadi abang tukang becak juga tidak bakalan sukses mas wkwwwk....

    Kunci Jawaban Game Tebak Gambar Android Lengkap Update said...

    kerja yang efektif itu solusinya.hehehe

    Seputar Bola Terkini said...

    kalo menurut saya juragan
    kita itu pantah berkarya (bekerja keras) ,kalau seperti itu berarti berjiwa lemah
    terima kasih infonyan

    Post a Comment

    Pembaca dapat memberikan komentar yang terkait dengan artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan penulis blog dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator. Komentar yang berisi promosi atau tautan yang mengarah ke situs pornografi, perjudian atau pelanggaran lain akan dihapus.

     
    Copyright (c) 2010 Blogger templates by Bloggermint
    Powered by : Blogger