Tips Aman Mengemudi di Kala Hujan

Posted on
  • Sunday, October 15, 2017
  • by
  • joe
  • in
  • Labels:
  • Musim hujan telah tiba. Kondisi cuaca inilah yang menyebabkan terhambatnya aktivitas dan mendorong para pengguna jalan untuk berkendara dengan terburu-buru. Bahkan tak jarang kondisi jalan raya menjadi macet disaat hujan mengguyur deras. Akibatnya, kita bisa saja berisiko alami kecelakaan yang bisa disebabkan oleh pengendara lain atau bahkan diri kita sendiri. Berikut lima hal yang perlu kita waspadai saat berkendara di musim hujan agar terhindar dari tragedi kecelakaan atau musibah lainnya.

    Mengurangi kecepatan. Di kala aspal berubah menjadi licin, wajib hukumnya bagi kita untuk segera mengurangi laju kendaraan. Apalagi, hujan bisa membuat jarak pandang kita juga akan semakin terbatas. Dalam kondisi hujan maka kecepatan ideal mengemudi saat hujan deras adalah 20-30 kilometer per jam lebih lambat dibanding kondisi normal. Selain meminimalkan kemungkinan kecelakaan, kita juga bisa memiliki kontrol yang lebih baik atas kendaraan yang kita bawa. Selain itu, kita juga bisa mencegah mobil kita mencipratkan becek atau air hujan ke pengendara lain atau pejalan kaki.

    Jangan mengerem mendadak. Mengerem mendadak saat kondisi hujan bisa menyebabkan aquaplaning. Yakni, kondisi mobil hilang kendali dalam kecepatan tinggi saat roda menginjak genangan sehingga roda seakan-akan melayang. Perhatikan jarak aman dengan kendaraan di depan. Terutama saat di jalan tol. Kecelakaan tabrak beruntun di saat hujan terjadi, karena para pengemudi kerap mengabaikan hal ini.

    Menghidupkan lampu. Lampu yang cukup terang akan membuat pengemudi merasa percaya diri saat menyetir, seperti yang umum pada kendaraan-kendaraan modern, yakni menggunakan lampu light emitting diode (LED). Lampu penting lain adalah sein. Selalu pastikan diri untuk menyalakan lampu ini saat hendak berbelok atau berpindah jalur. Akan lebih baik pula bila lampu sein juga terpasang di kaca spion (roda empat) sehingga lebih memudahkan pengemudi lain yang datang dari samping.

    Lampu hazard. Yang kita sering keliru adalah, lampu hazard sebetulnya tidak perlu digunakan saat hujan, karena hanya akan membingungkan pengemudi di belakang, sebab lampu sein menjadi tidak berfungsi.Lampu ini justru wajib dinyalakan saat mobil dalam kondisi berhenti lama di pinggir jalan karena tengah bermasalah.

    Pengecekan berkala. Biasakan selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat. Terlebih lagi, saat hujan deras, pengendara harus memastikan kondisi kendaraannya baik. Salah satunya adalah karet wiper. Begitu juga dengan washer. Pastikan airnya cukup agar washer bisa menyemprotkan air dengan baik dan membantu membersihkan kaca mobil dari kotoran. Akan lebih tenang juga jika mobil memiliki wiper belakang. Tujuannya, memudahkan pemantauan kondisi di buntut mobil secara lebih jelas di saat mundur. 

    2 comments:

    eci said...

    mobilnya baru ya mas...

    CERITA NUNING said...

    saya paling waswas nyetir klo lagi hujan. Tipsnya bermanfaat. makasih ya...

    Post a Comment

    Pembaca dapat memberikan komentar yang terkait dengan artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan penulis blog dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator. Komentar yang berisi promosi atau tautan yang mengarah ke situs pornografi, perjudian atau pelanggaran lain akan dihapus.

     
    Copyright (c) 2010 Blogger templates by Bloggermint
    Powered by : Blogger