In Memorium Telepon Umum

Posted on
  • Monday, October 25, 2010
  • by
  • joe
  • in
  • Labels:
  • Dalam beberapa tahun belakangan ini teknologi telepon seluler terus menunjukkan perkembangan yang meningkat. Kini alat komunikasi tanpa kabel tersebut sudah bukan lagi barang mewah bahkan bagi masyarakat bawah sekalipun. Hanya dengan sekian ratus ribu rupiah hape sudah bisa didapatkan, meski dengan fasilitas seadanya. Dan kalau mau menambah sekian ratus ribu lagi sudah bisa digunakan untuk mengakses internet, dan yang sedang trend yaitu facebook. Apalagi saat ini operator juga tak henti menawarkan tarif menelepon murah, meski dengan embel-embel: syarat dan ketentuan berlaku.

    Di sisi lain perkembangan tersebut menyudutkan salah satu fasilitas umum yang dulu begitu popular, yaitu telepon umum. Kalau dulu di dekade 90-an masih sering kita jumpai telepon umum di beberapa tempat, di halte-halte, dekat sekolah atau kampus juga di pusat-pusat perbelanjaan, maka akhir-akhir ini keberadaan telepon umum sudah mulai jarang ditemui.

    Sebagaimana dituturkan oleh Public Relation PT Telkom Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Sudjatmiko, seperti yang dilansir Kompas.com, dalam lima tahun terakhir ini keberadaan telepon umum terutama koin mulai menghilang. Sebagai gambaran pada tahun 2005 terdapat lebih dari 1.000 unit pesawat telepon umum di Kota Yogyakarta, namun pada akhir 2009 tinggal tersisa 178 unit saja.

    Selain karena sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat, juga diperparah oleh aksi vandalisme terhadap fasilitas umum tersebut. Di beberapa unit telepon umum sering dijumpai aksi corat-coret, bahkan kerap kali telepon umum tersebut tinggal menyisakan boks-nya saja karena mesin teleponnya sudah dicolong maling.

    Menurut Wikipedia telepon umum pertama kali ditemukan oleh tahun 1889 William Gray. Dan pada tahun 1950-an, mulai didesain box untuk telepon umum dari dari kaca dan alumunium yang cukup memuat satu orang di dalamnya.

    Pada umumnya terdapat dua tipe telepon umum yaitu telepon umum koin dan kartu. Pada telepon koin kita tinggal memasukkan koin pada slot yang telah disediakan dan kita lalu bisa menelepon. Koin 100, 200 atau 500 menentukan durasi lamanya kita berbicara sebelum waktu habis dan kita bisa mamasukkan koin lagi untuk memperpanjang durasi.
    Sementara pada telepon kartu adalah dengan menggunakan kartu voucher prabayar dengan nilai tertentu. Telepon umum jenis ini, di Indonesia tidak telalu diminati karena masyarakat Indonesia lebih suka menyimpan koin dari pada kartu.

    Kini telepon umum yang dulu begitu digandrungi masyarakat perlahan ditinggalkan. Seperti hendak mengingatkan, bahwa tak ada yang abadi kecuali adalah perubahan. (ill: reganleonardus.wordpress.com)

    39 comments:

    Muhammad A Vip said...

    rasanya telefon umum akan tetap ada, apalagi sekarang bisa untuk interlokal dan sms.

    Tomo said...

    sekarang berganti dengan ponsel kang yo

    Call me Batz said...

    yup..sudah langka banget yang namanya telepon umum di zaman sekarang ini.. memang betul tidak ada yang abadi

    Muza elbanaf said...

    iya sob, dalam jalur yg kulalui saja kini tinggal di depan Telkom dan Rumah Sakit saja.

    fanny said...

    iya banyak yg sudah tak berfungsi. apalagi sekarang ada wartel.

    Ladyonthemirror said...

    udah masuk musium kali...oya aku sempat kartu telpon loh...he..he..

    Anton wijaya said...

    20 tahun kedepan, apalagi yang akan keluar ya? telepon umum/ wartel di era 90an sangat digandrungi, sekarang hampir semua orang bisa punya Hp.

    Kira-kira warnet yang lagi menjamur saat ini, bisa bertahan? atau sebentar lagi menghadapi nasib seperti wartel.

    Haaah....saya jadi pusing mikirinya.

    Masbro said...

    Di Jember masih ada beberapa telepon umum. Tapi tentu saja nggak sebanyak dulu mas..

    Qori said...

    hmmm, di Banjarmasin ane masih lihat kok telepon umum. Tapi cuma ada disamping kantor telepon.

    Sayang, sebagian masyarakat tangannya tidak bisa dijaga.

    Biarlah balada cerita telpon umum menjadi sebuah memoir yang akan kita ceritakan kepada anak cucu kita.

    hudaesce said...

    Wah.......,sungguh sangat di sayangkan,padahal aku tuh belum pernah sama sekali yang namanya menggunakan Komunikasi tersebut.

    Sisi Lain said...

    mungkin saatnya masuk museum sob,, :D

    Artta said...

    Hihihii in memoriam.
    memang telepon umum sudah tergerus seiring perkembangan zaman, begitu juga telegram.


    salam.

    Meutia Halida Khairani said...

    ngga cuma telepon umum yg hampir menghilang, liat aja pengusaha wartel. udah hampir dulung tikar semuanya..
    ntar lg warnet ngga ada yg datengin karena semua org udah punya internet sendiri

    Ella said...

    kalau di tempatku, telepon umum sdh lama ngilang, wartel udah banyak yg gulung tikar, dan telepon rumahpun sdh banyak yg nggak pakai lagi. pergesaran dari telepon ke mobile seluler, yg lebih modern serta lebih murah.

    joe said...

    Anton Wijaya:
    barangkali sudah hukum alam bro, bahwa yang baru mengalahkan yang lama, dulu kita mengenal pager, mesin ketik, tape recorder, dan telepon koin, suatu saat nanti akan tinggal kenangan...

    Cloud said...

    wah iya tuh dah tersaingi ma Mobilephone. padahal dulu masih inget banget sering ada aksi hacking telepon koin.. :D biar tlp bisa lamaan dikit.. haha

    ysalma said...

    teelephone umum yang udah masuk barang langka ini, untung masih ada satu dekat rumah :D

    TUKANG CoLoNG said...

    tapi peelu juga disediakan fasilitas telpon umum namun jumlahnya yg mungkin dikurangi. jangan dihappus begitu aja..

    Qori said...

    @Joe:

    dan akhir semua teknologi itu bakal membuat kita kembali kepada masa primitiv.

    Makasih om dah berkunjung.

    Nyayu Amibae said...

    hmmmm.... buat aku teringat masa2 sekolah dan masa2 kuliah lagi...wkwkwkwkwk

    Dulu, rela antri berjam2 untuk menggunakan telepon ini, pake acara marah-marah kalau ada yg pacaran guna'in telepon umum.... wkwkwkwkwkwk....

    ya begitulah sob, tak ada yg abadi di dunia ini, tapi menurutku, telepon umum tetap di perlukan, bisa kita lihat negara-negara maju, masih menggunakan telp umum untuk komunikasi (kayak di film2 gituuu)

    Hmmm... sekarang berpikir, telepon umum di curup kok aku ga pernah lihat ya???????

    Belantara Indonesia said...

    susah jaman kini nyari telpon umum..asem...hp kok ga ada yg umum ya?..hahahaha...

    ndop said...

    wah bener banget di kotaku sudah nyaris nggak ada tilpun umum..

    cucuharis said...

    Bener deh, sedih sekali rasanya. Tapi bukan hanya telepon umum lho, telepon rumah juga mulai malas digunakan. Contohnya di rumah ORTU saya :)

    Tomo said...

    telepon umu sekarang gak payu kang hehe

    Popi said...

    kayaknya tetep perlu ada tuh ya? saya punya pengalaman pernah ke pasar baru lupa bawa HP...trus mo beli sepatu anak tp lupa nomornya, so saya hrs tlp rumah donk nanya nomor sepatu itu. tp sayangnya telpon umum disekitar pasar baru susah...ada sih tp rusak!! wah ga jadi deh beli sepatu anak saya, gara2 ga bs nemu telpon umum!

    miwwa said...

    di beberapa sekolah di Pekanbaru masih ada telepon umumnya. Jadi sekolah punya alasan melarang siswa membawa handphone ke sekolah dan siswa ga bisa berdalih lagi. Kangen juga telponan sama telpon umum ya.. >,<

    Siswanto said...

    bener banget. sudah jadi nostalgia. parahnya, banyak yang dirusak. padahal, fungsinya banyak baget.

    Aulawi Ahmad said...

    di deket kampus n kantor telkom masih ada tuh telepon umum :) jadi inget dulu py kode rahasia hingga bisa nelp hp n interlokal lewat telp koin, asli 100 rupiah/menit hehehe

    Puspita said...

    Iya ya ... kita dulu harus antri kalau mau telpon, apalagi yang dekat dengan fasilitas umum. Dunia memang tidak kekal. Mengingatkan kita supaya tidak kelet kemanthil karo bandha (bhs Jawa.

    bolehngeblog said...

    kunjungan siang ke blog sahabat...met makan siang..

    Tip Trik Blogger said...

    Telepon umum sekarang dah nggak laku...
    di tempatku malah pada rusak (dirusak)
    dah jamannya Hp...

    muarra said...

    klo dkmpus gw msih ada tlpon umum,, trjaga n trus dpakai,, ;-)

    jack said...

    teknologi semakin canggih saja, dan orang akan menggunakan teknologi yang lebih praktis tentu saja

    Riska mbem said...

    biasanya telepon umum kebanyakan nangkring di depan sekolah-sekolah. Tuh, di depan sekolah saya ada :D

    joe said...

    pada beberapa sekolah memang melarang muridnya membawa hp ke sekolah, sehingga pihak sekolah kemudian meminta untuk dipasangkan telepon umum kepada Telkom...

    pendarbintang said...

    Tapi untuk tempat2 umum, jujur terkadang telpon kaya gitu masih dibutuhin, tapi jgn koin dech, kartu aja...
    kaya di bandara, stasiun KA, Terminal karena terkadang ada kebutuhan menelpon nomer lokal...meski pake HP bisa...

    denie said...

    salam kenal............................

    joe said...

    salam kenal juga, thanks sudah mampir...

    Ahmad Kali Akbar said...

    suatu saat, alat ini akan jadi mahal harganya, barang langka and antik, hihiiiii

    Post a Comment

    Pembaca dapat memberikan komentar yang terkait dengan artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan penulis blog dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator. Komentar yang berisi promosi atau tautan yang mengarah ke situs pornografi, perjudian atau pelanggaran lain akan dihapus.

     
    Copyright (c) 2010 Blogger templates by Bloggermint
    Powered by : Blogger