Memandang Soeharto dari Sisi Lain

Posted on
  • Monday, August 2, 2010
  • by
  • joe
  • in
  • Labels:
  • Gajah mati meninggalkan gading, kata orang. Seperti halnya Soeharto, bahkan jauh hari setelah meninggalnya pun masih banyak menyisakan tafsir tentangnya. Salah satunya adalah versi saudara tirinya, Probosutedjo. Setidaknya hal itu yang tertulis dalam buku “Memoar Romantika Probosutedjo, Saya dan Mas Harto” karya Alberthiene Endah.

    Probosutedjo yang lahir pada 1 Mei 1930 adalah saudara tiri Soeharto, yakni saudara satu ibu lain ayah, sejak kecil selalu dekat dengan Soeharto. Tak heran dia juga dekat dengan putra-putri Cendana sejak mereka kanak-kanak. Di sini Probo juga bercerita tentang Tutut kecil yang pemalu yang sering menutupi wajahnya dengan sapu tangan. Sigit dan Bambang yang sering berantem bahkan sampai berdarah-darah. Titik yang tomboy dan sering keluar dari kamar lewat jendela dan Tommy Soeharto yang pernah step.

    Tentang naskah Supersemar, menurut Probo ketika itu Soeharto tidak menyimpannya karena dia hanya berfokus pada tanggung jawab sebagai pengemban tugas Presiden dan bukan hanya pada bukti fisik selembar kertas. Dan ketika naskah digandakan dengan mesin ketik, tidak ada yang memperhatikan di mana naskah yang asli. Jadilah naskah itu tetap misterius hingga kini.

    Dalam bukunya, Probo juga menolak bahwa kesuksesannya adalah karena kedekatannya dengan Soeharto, buktinya adalah dari sekian banyak saudara dan kerabat Presiden tapi hanya dia dan Sudwikatmono yang menjadi pengusaha. Namun demikian, dia juga tidak menyangkal bahwa dia sering bergesekan dengan anak-anak Soeharto dalam bisnis.
    Misalnya, dia pernah jengkel dengan Tutut karena tergeser dari kesempatan untuk membangun Bandara Polonia Medan. Juga pernah batal membangun refinery di Jawa Timur karena Bambang lebih dulu mendapat ijin dari Menteri Perdagangan. Bersaing dengan Sigit dalam pengadaan solar untuk kapal pesiar. Dan di tahun 1980-an berkonflik dengan Tommy karena BPPC.

    Probo juga pernah bertanya pada Soeharto, apakah dia tidak tahu bahwa anak-anaknya menjadi sorotan masyarakat tentang sepak terjang bisnisnya. Kata Soeharto “mereka sudah dewasa, sudah bisa menanggung dosa sendiri jika memang bersalah…”

    Mengenai kematian Ibu Tien, banyak beredar gossip bahwa Ibu Negara tersebut wafat karena terkena peluru nyasar akibat tembak menembak antara Bambang dan Tommy. Tapi menurut Probo, Ibu Tien sudah mengalami penurunan kesehatan semenjak tahun 1996.
    Pada tanggal 27 Oktober 1996, setelah berjalan-jalan di Mekar Sari pada malam harinya dia mengeluh kecapekan. Pukul 03.00 dia terkulai lemas, dan karena sopir belum datang Soeharto menyetir mobil sendiri membawa Ibu Tien ke RSPAD.

    Dan setelah Ibu Tien wafat, maka perlahan-lahan masa kejayaan keluarga Cendana lalu meredup. Sementara Probo sendiri dipenjara 4 tahun karena didakwa kasus korupsi dana reboisasi HTI. (gambar: hiburan.kompasiana.com)

    30 comments:

    etam grecek said...

    beliau adalah sosok yg saya kagumi...
    bapak pembangunan.. walaupun tak lepas dr kontroversi beliau tetap seorang yg berjasa bagi bangsa ini....

    joe said...

    seperti dua sisi mata uang, ada sisi baik dan buruknya, terserah kita memandangnya dari sisi mana
    salam..

    imtikhan said...

    pernah menjadi orang nomor satu di indonesia
    sangat hebat...

    joe said...

    menjadi nomor satu itu banyak tantangannya....

    mbah koeng said...

    mantap nih...

    tomo said...

    Jadi ingin membeli bukunya gan.
    Pak harto pemimpin sukses

    munir ardi said...

    aku puna semua buku biographynyasob kecuali yng ini belum

    catatan kecilku said...

    Semua orang punya kelebihan dan kekurangan, begitu juga Pak Harto.
    Bagaimanapun juga beliau adalah tokoh besar dalam sejarah negara ini.

    TuSuda said...

    Sebuah hikmah dari perjuangan besar dari negarawan kita. Bagaimanapun kondisinya tetap harus dihargai bersama. Makasi infonya ...

    Puskel said...

    Setiap pelaku sejarah pasti memiliki memori terindah pada masa pengabdiannya. Mari kita mengambil hikmah positif dari semua kejadian itu. Makasi ya...

    Zan Insurgent said...

    Baik dan buruknya seseorang hanya Tuhan yang bisa menilai...baik dimata manusia belum tentu baik bagi Tuhan begitupun sebaliknya...yang penting bisakah kita memaafkan perbuatan orang lain yang menurut kita buruk ?

    Lilah said...

    Kalo mengenang positifnya, kangen dg suasana aman tentramnya...wkt meninggalnya, cukup terharu jg !

    ariefborneo said...

    Pak harto salh satu pemimpin yg berkarisma n tegas dalam hal apa pun..tpi di sayang kan karna putra2 beliau yg tamak akan harta dan kekuasaan dari situ lah kehancuran keluargan yg bergelar keluarga cendan...naice artikel mas

    keong racun said...

    Ya sudahlah! Kita kena getahnya menikmati sisa kejayaannya dan anak-anaknya, hidup susah di negara kaya!

    nuansa pena said...

    Sekarangpun kita tetap susah, padahal sudah diganti beberapa kali dan ada yang dobel!

    Sudinotakim said...

    Walau ada sisi buruknya tapi ada juga sisi hebatnya..saya suka dengan kinerja beliau

    attayaya said...

    yuuup banyak pro kontrta tentang beliau
    semoga tenang di alam sana

    masndol said...

    tak diragukan beliau adalah pemimpin yg sukses membangun Indonesia.terlepas dari segala kontroversi era kepemimpinannya.

    Sang Cerpenis bercerita said...

    hmm...no comment akh.

    NoRLaNd said...

    pernah melihat buku ini di Gramedia,
    saya kira isi nya seperti biografi biografi orang trkenal yang biasa saja..
    ternyata isi nya sangat memancing saya ingin membaca..
    terima kasih atas info nya =)

    bintang air said...

    biar bagaimanapun, sosok soeharto adalah pemimpin bangsa. dan menurut sebagian orang, ketika masa pemerintahannya kejahatan atau tawuran atau demo gak begitu marak seperti sekarang.

    om rame said...

    apapun keburukan yang pernah beLiau Lakukan, tetapi saya Lebih mencermati akan kebaikan-kebaikan yang pernah beLiau Lakukan terhadap pembangunan bangsa ini.

    Anonymous said...

    suharto udah kayak M.Kackson aja..tetep digosipin meski udah wafat. sebaiknya sih biarin aja beliau pergi dengan tenang..:)

    TUKANG CoLoNG said...

    suharto tenang gag ya disana kalo dibicaraen terus? hehe

    Antoninilez said...

    2 presiden kita terdahulu emang dilingkupi misteri n menurut saya sedikit ada magix...saya pernah dnger ada yg bilang soeharto itu anak dr ayah org jepun?

    Call me Batz said...

    ya setiap orang punya cerita hidupnya masing-masing... bagaimanapun beliau merupakan salah satu orang yang pernah menjadi no 1 di negara kita

    attayaya said...

    keknya lingkungan lebih aman ketika pak harto

    id creative said...

    Saya adalah orang yang sampai sekarang anti terhadap soeharto..

    21-01-1990........pendukung SOEHARTO said...

    WALAU banyak orang yang selalu mengusik akan kejayaan pak SOEHARTO.Tapi ku tetap dukung Beliau...karna d masa pemerintahan beliau...tdk ada negara lain yang semena-mena terhadap indonesia dan kejahatan yg beredar dimana-mana..serta pak soeharto selalu memperhatikan para pejuang kebangsaan..yang nama mereka tidak perna d sebutkan dalam sejarah.bagai pejuang tanpa nama.malahan dalam masa kepemimpinan presiden sekarang ini para pejuang tanpa nma ini malah mendapat baxk musiba,dan di telantarkan oleh negara.bahkan kediaman mereka di gusur,karna di anggap tanah pemarintah....I LOVE SOEHARTO...ku kan slalu mengenangmu.

    isnawan said...

    suharto memang seorang tokoh yang fenomenal

    Post a Comment

    Pembaca dapat memberikan komentar yang terkait dengan artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan penulis blog dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator. Komentar yang berisi promosi atau tautan yang mengarah ke situs pornografi, perjudian atau pelanggaran lain akan dihapus.

     
    Copyright (c) 2010 Blogger templates by Bloggermint
    Powered by : Blogger