Gurkha, Sebuah Legenda Tentara Bayaran

Posted on
  • Friday, March 25, 2011
  • by
  • joe
  • in
  • Labels:
  • Tentara Gurkha menjadi terkenal di seluruh dunia karena keberanian dan kekuatannya. Gurkha adalah para penduduk Nepal dan India utara, dan nama Gurkha berasal dari nama orang suci Hindu bad ke-18, Guru Gorakhnath. Direkrut dari berbagai kelompok etnik yang memang memiliki reputasi sebagai tukang perang seperti Magar, Gurung dan Limbu, pada tahun 1763 resimen pertama Gurkha terbentuk di bawah pimpinan Perdana Menteri Bhimsen Thapa.

    Pada perang Nepal di tahun 1814, Inggris harus menerima kegagalan, ketika gagal menganeksasi Nepal menjadi bagian dari Kerajaan Inggris. Tapi saat itu Inggris begitu terkesan dengan kegigihan dan keberanian tentara Gurkha. Gurkha menarik perhatian Inggris dengan kemampuan berperangnya yang alamiah, agresif di medan pertempuran, tidak takut mati, loyalitas yang tinggi, tahan dalam berbagai medan, fisik yang kuat dan pekerja keras. Barangkali juga kondisi lingkungan Nepal yang keras-lah yang membentuk mereka. Karena itulah Kerajaan Inggris kemudian merekrut mereka sebagai tentara bayaran.

    Gurkha kemudian melayani Kerajaan Inggris pada Perang Pindaree tahun 1817, perang Bharatpur tahun 1826, serta perang Sikh di tahun 1846 dan 1848. Gurkha juga membuktikan keberanian dan loyalitasnya kepada Inggris dalam Pemberontakan Sepoy (1857-1858). Mereka juga membuktikan kepada dunia bahwa mereka adalah sekumpulan tentara yang sangat fleksibel dengan segala medan dan mampu berperang di segala penjuru dunia.

    Gurkha juga membuktikan keberanian dan loyalitasnya kepada Inggris dalam Pemberontakan Sepoy (1857-1858). Mereka juga membuktikan kepada dunia bahwa mereka adalah sekumpulan tentara yang sangat fleksibel dengan segala medan dan mampu berperang di segala penjuru dunia.

    Ketika meletus Perang Dunia I sebanyak 100.000 prajurit Gurkha bersama Inggris ikut bertempur di medan perang Perancis, Mesopotamia, Persia, Mesir, Gallipoli, Palestina dan Salonika. Sementara pada PD II sebanyak 112.000 tentara Gurkha bersama Pasukan Sekutu Commonwealth bertempur dalam perang di Suriah, Afrika Utara, Italia dan Yunani sampai Malaysia dan Singapura.

    Ada satu senjata yang sangat khas dan identik dengan Gurkha yaitu khukri. Khukri adalah sejenis pisau yang berbentuk melengkung mengarah ke depan yang sangat tajam dan didesain untuk dapat menebas leher musuh dengan sekali sabetan. Ada suatu mitos mengenai khukri, yaitu begitu dihunus dari sarangnya pantang tidak mengeluarkan darah. Itulah sebabnya tentara Gurkha ketika sehabis mengasah atau membersihkan khukri selalu melumuri pisau itu dengan darahnya sendiri dengan mengiris jari tangannya.

    Setelah Inggris meninggalkan India, Gurkha tetap melanjutkan pengabdiannya pada Inggris. Namun di bawah hukum internasional, saat ini tentara Gurkha tidak lagi berlaku sebagai tentara bayaran namun secara penuh bergabung dengan tentara Kerajaan Inggris, yang terbentuk ke dalam Brigade Gurkha dan patuh dan tunduk di bawah peraturan yang berlaku pada semua tentara Inggris.

    Kemudian brigade ini banyak dilibatkan di berbagai konflik bersenjata di dunia. Brigade Gurkha juga tetap dipertahankan sebagai satu kesatuan battalion di Brunai dan turut berperan dalam operasi tentara Inggris di berbagai wilayah seperti Afganistan, Irak dan Balkan. (berbagai sumber/ill: diggerhistory.info)

    34 comments:

    Nova Miladyarti said...

    sebelumnya saya belum pernah dengar cerita gurkha ini, jadi baru baca sekarang. thanks infonya:)

    Dhana/戴安娜 said...

    salam sahabat
    baru tahu siapa gurkha ini mas Joe
    terima kasih yach

    ma_dhan said...

    prajurit gurkha. wah belum pernah dengar. setidaknya saya sekarang tau, pengetahuan baru. :) thank's

    fidel said...

    I have a joke about Gurkha, here is:

    This was World War II. The British were busy defending themselves in Burma. One Gurkha got lost in the jungles of Burma in the north. After long weeks of walking he finally showed up in the capital city of Rangoon, down south. He was asked, how did you do it? How did you make it all the way to Rangoon?

    "That was not a problem, Sir," the Gurkha soldier replied. "I had a map."

    The officer took a look at the map. The guy had a really old map of London with him.

    i-one said...

    baru dengar bang...klu ada waktu kunjungi blog ane ya

    Dwi said...

    Mendengar istilah Gurkha baru sekarang sob, btw ritual khukri-nya ngeri juga.

    salindri ws said...

    dari yang koment kok banyak yang belum tahu tentara gurkha ya, padahal dia juga pernah ke indonesia...

    arifinfo said...

    baru denger saya,namanya, gurkha :)

    secom said...

    iya baru tau Brigade Gurkha. apa hubungannya sama staford Brigade ya..hehe :)

    salam

    Rawins said...

    kita juga punya histori dengan gurka. seperti saat perang di surabaya dulu, walau banyak yang salah paham dengan menganggap pasukan inggris dari india sebagai gurka.
    kopasus juga pernah bertempur melawan gurka saat ganyang malaysia di perbatasan kalimantan serawak

    MENON said...

    waaoooowwwww jd klo dah keluar dr sarungnya harus kena daraah nich hehehehehehehehe........ seremmmmmm


    salam persahabatan selalu dr MENONE

    Gaphe said...

    setiap mampir blognya Joe selalu dapet info baru. Gurkha, mulanya saya tahunya ini nama patung budha gurkha. ternyata jadi nama tentara juga di nepal dan india yak.

    Teras Info said...

    Saya baru tau tentang Tentara Gurkha ini, Mas..
    info sejarah yang mantabs....

    Terimakasih banyak, Mas...

    Bintang said...

    Serem juga, waktu baca saat khukri terhunus dan pantang tidak mengeluarkan darah. Thanks infonya!

    ria haya said...

    wah nambah lagi pengentahuan saya setelah baca artikel ini :)
    makasih ya sob, dah mampir di blog aye :)

    Amy said...

    Hi..thanks ya dh berkunjung ke blog ku. Ku follow blog nya. Nice blog , dapat info lagi :D

    Arief Bayoe Sapoetra said...

    wah keren brade,,,, jadi nambah pwengetahuan,,,, aku izin follow ya brade....

    advertiyha said...

    wih, baru tau cerita gurkha nih mas, makasih ya nulis ini,, hehehe.. :)

    Bayu Hidayat said...

    ngeri banget pake ngiris tangansendiri pas abis ngasah pisau. hihihi. pasti sadis

    mempercepat terindex google said...

    gurkha pernah denger ceritanya dari kakek, waktu jaman perang dulu..
    ternyata awal sejarahnya dari india; ane malah baru tahu hari ini: makasih infonya :)

    Merliza said...

    wahh... prajurit gurkha yahh... wah belum pernah dengar. setidaknya saya sekarang tau, pengetahuan baru. :) makasiih mas ya...

    personal health care said...

    belom pernah dengar, prajurit yg hebat dan loyalitas tinggi ... keren ,,

    :)

    Djangan Pakies said...

    waktu kecil Bapak pernah cerita tentang kekuatan tentara Gurkha ketika berada di Indonesia, memang benar mereka tangkas, berani, loyal dan gigih

    Todi saja said...

    udah oernah denger selentingan nama nih tentara, tapi baru yang agak jelas sekarang nih :) thanx mas joe :)

    Sugeng said...

    Tidak mau berkoloni namun loyal pada Inggris. Betul2 pengabdian yang idak ada duanya, namun sekarang apa masih bernaung di bawah Inggris atau sudah mandiri sendiri ??

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    joe said...

    sekarang mereka secara penuh bergabung dengan tentara Kerajaan Inggris, yang terbentuk ke dalam Brigade Gurkha dan patuh dan tunduk di bawah peraturan yang berlaku pada semua tentara Inggris.

    iksamenajang said...

    Begitulah kisah sang legenda .. luarbiasa memang daya tempur mereka

    Muhammad A Vip said...

    inggris emang tukang bayar, pemain bola aja bayar.

    Hyang Djogor Manic said...

    dalam catur varna merekalah yg disebut golongan Ksatrya !!

    CARA DAFTAR said...


    makasih atas infonya...

    REFAND said...

    nice infonya gan, ane sangat suka..

    KISTA said...

    info yang sangat bagus sekali gan,.,.

    Anonymous said...

    saya pernah ngobrol dengan seorang ABK kapal berbendera Panama yang sedang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dia orang nepal. si ABK ini bercerita bahwa kakeknya dulu anggota pasukan Gurkha yang turut diterjunkan bersama pasukan Inggris di Palagan 10 Nopember 1945 (The Mighty Battle of Surabaya), selama bertempur dibelahan manapun didunia... baru di Surabaya ini kakeknya tidak malu2 mengakui bahwa mereka "kena batunya"!! sepak terjang Arek2 Surabaya ini membuat orang2 Gurkha tidak bisa tidur nyenyak karena ketakutan... selamat hari pahlawan 10 Nopember Reeeek!!!

    Info CPNS 2014 said...

    Cerita yang sangat menarik, saya baru tau legenda ini, thanks dah sharing gan :)

    Post a Comment

    Pembaca dapat memberikan komentar yang terkait dengan artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan penulis blog dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator. Komentar yang berisi promosi atau tautan yang mengarah ke situs pornografi, perjudian atau pelanggaran lain akan dihapus.

     
    Copyright (c) 2010 Blogger templates by Bloggermint
    Powered by : Blogger