Sinetron yang Merusak Moral Bangsa

Posted on
  • Friday, October 1, 2010
  • by
  • joe
  • in
  • Labels:
  • Sudah agak lama saya merasa jengah (untuk tidak mengatakan muak) terhadap tayangan sinetron di tv-tv swasta nasional, dalam beberapa tahun belakangan ini, walaupun memang secara visual mereka menampilkan pemandangan yang menyegarkan.

    Apalagi, tontonan tersebut terus mendominasi mayoritas tv, hanya beberapa saja tv yang memilih untuk melawan arus. Dan biasanya tayangan sinetron tersebut ditaruh pada jam prime time, pada saat seluruh anggota keluarga berkumpul, dan seharusnya mendapatan tontonan yang bermutu dan menyegarkan.

    Saya semakin benci dengan sinetron-sinetron tersebut, setelah mereka semakin menampilkan kecenderungan yang tidak mendidik. Dengan setting lokasi yang tidak pernah jauh-jauh dari ruang keluarga dan meja makan, jalan ceritanya juga tidak begitu sulit untuk ditebak.

    Kaya secara instant dengan menghalalkan segala cara, termasuk merebut harta orang lain secara tidak masuk akal. Berebut suami atau pacar, menjadi pemandangan yang lazim. Dan membunuh orang lain, seakan menjadi suatu hal yang mudah dilakukan.

    Konflik-konflik dalam sinetron juga terlihat dibuat-buat dengan tidak mengindahkan logika. Pada sinetron-sinetron yang mendapat rating tinggi biasanya jalan cerita dibuat sepanjang mungkin, demi mereguk iklan sebanyak-banyaknya. Lihat saja misalnya sinetron Cinta Fitri yang sudah hampir mancapai episode seribu dan tampaknya masih akan dipertahankan terus.

    Sinetron-sinetron tersebut biasanya gemar sekali memamerkan kehidupan keseharian yang serba glamour dan bermandikan kemewahan. Artis-artis yang tampan dan cantik (biasanya yang berwajah indo) meski kadang aktingnya pas-pasan, dan kurang pas untuk berperan sebagai gadis miskin atau pembantu. Sumpah serapah, caci maki dan kekerasan seakan menjadi keseharian. Tokoh antagonis biasanya digambarkan sebagai seorang yang licik, pintar, berbicara dengan penuh kebencian sambil matanya melotot.

    Lalu saya tiba-tiba merindukan hadirnya sinetron-sinetron jaman dulu, ketika di negeri ini baru ada TVRI. Sinetron seperti Rumah Masa Depan, Jendela Rumah Kita yang bersahaja dan membumi.

    Atau sinetron di tahun 90-an ketika televisi swasta belum terlalu kemaruk iklan, seperti Si Doel Anak Sekolahan, Keluarga Cemara. Kita merindukan hadirnya sinetron yang bukan hanya memberikan tontonan tapi sekaligus tuntunan, sebab pada dasarnya kotak ajaib bernama televisi tersebut punya banyak keajaiban untuk mempengaruhi perilaku masyarakat. (gambar: maksumpriangga.com)

    44 comments:

    Jimmy said...

    setuju.. sinetron sekarang memang gak mendidik, saya sudah lama sekali gak nonton tv selain berita, mendingan online aja :D jadi kangen juga sama sinetron jaman dulu seperti losmen :)

    juliet said...

    Inilah ciri khas sinetron Indonesia, saya copas dari blog orang:
    1. Ada adegan menampar pacar atau istri yang dikira selingkuh. Padahal cuma ketemu teman lama. Terus menyewa orang untuk menyelidiki.

    2. Ada menangisnya (Kayaknya hampir semua film deh ada). Tapi di sinetron Indonesia hal ini paling mendominasi di setiap episode (Biar masuk nominasi pemeran nangis terbaik versi FFI). Banyak sekali yang mengajarkan balas dendam (Kayak film India saja).

    3. Serinya dibikin panjang-panjang takut kehabisan bahan dengan alasan ratingnya naik (Padahal ngebosenin).

    4. Biasanya ceritanya rebutan warisan atau warisannya jatuh pada anak atau cucu yang sudah lama hilang atau rebutan kekuasaan atau rebutan anak. Kalo adegannya masih sekolah hampir dipastikan ceritanya tentang rebutan pacar dan biasanya yang rebutan yang cewek dan tokoh yang disenangi si cowok anaknya miskin atau pas-pasan dan baru masuk atau pindahan dari sekolah lain (Tapi anehnya bisa masuk sekolah elite). Terus ada yang sudah merasa memiliki si cowok yaitu cewek yang kaya dan punya geng (Biasanya anak kepala yayasan).

    5. Orang kaya selalu menjadi tokoh yang jahat (Apa udah nggak ada orang baik yang kaya?) Kalo pinjam utang selalu pada orang yang sama sampai akhirnya rumahnya disita(Gampang banget nyita rumah).

    6. Tokoh yang baik biasanya melarat, lugu dan bodoh. Gampang dibohongin. Dan paling sering tokoh baik hampir tidak pernah minta tolong pengacara dan menang. Minta tolong polisi juga selalu gagal. Tapi giliran tokoh jahat minta bantuan polisi atau pengacara hampir dipastikan menang. Dan yang paling sering yaitu pengacara dengan gampangnya disuruh mengganti isi warisan dengan diberi imbalan uang banyak (Ini yang merusak citra pengacara. Tapi memang banyak sih, he-he-he). Terus hartanya dikuasai dan seisi rumah diusir (Adegan ini sudah katro banget).

    7. Tokoh yang baik biasanya lebih goblok dari tokoh yang jahat (Tokoh yang jahat idenya selalu cemerlang meskipun masih anak kecil sekalipun).

    8. Bila kisahnya sedih pemeran utama yang baik selalu menderita bertubi-tubi biar dikira mengharukan. Dimulai dengan bangkrut karena ditipu (Emang seorang pengusaha yang sukses gampang percaya orang? Sama anak sendiri aja kadang nggak percaya apalagi orang lain). Terus dilanjutkan dengan jatuh sakit, mau berobat nggak punya duit (Mantan direktur kok sebegitu amat nggak punya duit. Koruptor aja yang masuk penjara aja duitnya masih banyak). Cari kerja susah biasanya jadi kuli pasar (Emangnya nggak punya teman, saudara atau mungkin dia lahirnya nggak sama orang kali yeeee…). Tidurnya di emperan toko terus paginya diusir sama penjaganya. Biasanya mengalami kecelakaan terus menerus, kalau dipasangi jebakan selalu masuk. Habis itu ditolong oleh temannya yang tidak tahu darimana datangnya.

    9. Dimanapun tokohnya bersembunyi atau mengasingkan diri, selalu ditemukan tokoh jahatnya (kayaknya wilayah indonesia cuma sebesar perumahan kali ya?)

    10. Kebanyakan kalo ceritanya mau selesai, selalu ada saja halangan. Entah jadi lumpuh dan nggak bisa ngomong, tertabrak mobil terus koma, habis tertabrak mobil mau sembuh kemudian jatuh dari tangga atau kebetulan disandera oleh penculik atau naik bis ketiduran terus nyampai dimana nggak tahu dan nggak punya ongkos pulang. Dilanjutkan dengan kisah cari duit buat makan dan ongkos tapi kenalan dengan pemuda baik dan dilanjutkan dengan jatuh cinta (Ceritanya semakin ngawur saja).

    juliet said...

    lanjut:

    11. Penyakit yang sering adalah kanker otak, TBC (Biasanya kalau batuk-batuk terus di tissuenya ada darah). Dan penyakit paling baru dan yang lagi ngetrend di sinetron yaitu: Akibat jatuh atau dengar berita jadi kaget atau kecelakaan terus jadi STROKE + LUMPUH yang menyebabkan jalan cerita nggak jadi selesai (Kenyataannya, hal seperti itu sangat jarang terjadi. Paling-paling patah tulang).

    12. Nggak ada yang menceritakan keluarga yang harmonis (Gara-gara kebanyakan nonton sinetron).

    13. Bintangnya banyak menggunakan artis Indo (Maksudnya blasteran sama bule biar cakep padahal akting pas-pasan).

    14. Yang lebih nggak masuk akal lagi pemeran yang berwajah Indo bisa menjadi tokoh gelandangan. (Emangnya pernah lihat anak Indo yang jadi gelandangan atau pengemis atau melarat? Nggak kreatif banget!!!!) Dengan alasan mau total dalam berakting (Dalam kenyataan pasti sudah diperkosa dan jadi bulan-bulanan ama preman jalanan).

    15. Pemeran utama berwajah sangat cantik kadang jadi pembantu (Mending dijadikan istri boss).

    16. Kalo berantem sesama laki-laki sampai luka-luka nggak ngerasa sakit. Tapi giliran dipegang sama pacarnya teriak-teriak kesakitan (Dunia emang aneh, tapi rata-rata film Indonesia dari jaman dulu banget sudah begitu).

    17. Cerita anak orang kaya punya pacar orang miskin masih banyak. Dan biasanya ditentang oleh salah satu orangtuanya dan orang tua yang satu membela.

    18. Kisah yang dimainkan jarang sesuai antara wajah pemain dan tokoh yang dimainkan.

    19. Kostum tidak pernah diperhatikan. Biar gembel tetapi bajunya bersih dan masih nampak bekas setrikaannya. Atau seorang pendekar katanya baru datang dari perjalanan jauh dan melelahkan, tetapi bajunya nampak baru keluar dari laundry dan wajahnya fresh tidak berkeringat sama sekali. Memang sutradara kita goblok pooooll atau anggap penontonnya anak kecil.

    20. Kalau kelahi cuma satu gebrak dua gebrak yang tidak menarik tetapi tahu-tahu semua melayang diudara atau terlempar keras dan berdarah. Hemat tenaga kali???

    orang kampung said...

    Sinetron indonesia membuat para penontonnya menjadi pemalas, karena alur ceritanya selalu menggambarkan keadaan orang kaya instant, ikutlah para penontonnya berkhayal jadi kaya secara instant juga, khayal- mengkhayal jadi lupa kerja yang nyata deh..

    tomo said...

    Aku pun demikian kawand.
    Acara sinetron di tv indon sangat menjemukan untuk ditonton

    Uswah Islam said...

    Sebaiknya acara sinetron ini diganti saja dengan acara pengetahuan atau acara apa saja yang mendidik

    Hikmah Teladan said...

    Sinetron itu ya cuma begitu gitu aja isinya tiada yang berubah.

    Apalagi pemerannya adalah banyak yang warga keturunan bukan indo asli tanah air ini.

    Akibatnya ya terasalah anak bangsa asli diabaikan, humanisme asli anak negeri hilanglah menurutku

    masndol said...

    keluarga cemara, sahabat pilihan saya juga merindukan tayangan sinetron seperti itu, begiru sederhana, bersahaja, dan sangat membumi.

    j4j said...

    hihihihi...!!! tapi walaupun sinetron ceritanya gitu2 aja, ngebosenin dan gak kreatif, tapi penggemarnya banyak lo...!!! aneh kan...!!! :D

    TuSuda said...

    Kangen juga dengan sinetron tempo doeloe, tahun 1985-an, semasa SMA, jdulnya: Aku Cinta Indonesia (ACI), ceritanya betul-betul menyentuh kehidupan wong cilik seperti saya ini.
    Salam dari Kendari...

    Muhammad A Vip said...

    sama, saya juga rindu sinetron jaman dulu, ah kemana orang-orang yang dulu berkarya bagus itu?

    Coretan Hidupku said...

    Benar. Saya juga bosan dengan sinetron indonesia yang lebih banyak mengumbar tema percintaan yang tidak sehat dan keglamouran hidup. Saya pun seperti narablog diatas merindukan sinetron2 dulu seperti Si Doel dan Keluarga Cemara. Kapan ya ada sinetron semacam itu lagi?

    joanna said...

    Sama nih mas..saya malah ga pernah tuh nonton sinetron indo skrg ini..terlalu dibuat2 dan diperpanjang..bosen banget

    Dian said...

    Aku setuju banget dengan komennya Juliet....

    attayaya jembatan lighton said...

    aku males liat sinteron eeeh sinetron
    dulu palingan Si Doel Anak Sekolahan


    nb :
    maaf baru bisa BW sekarang

    ra said...

    iya, nyampah banget sinetron jaman sekarang..

    Deq said...

    Uhoo~~ Uhoo~~ Saya juga setuju dengan tulisan ini. Yang penting sekarang ini yang dicari hanya uang, bukan memberikan tayangan yang edukatif & bermutu. BTW, Saya lupa-lupa ingat sinetro Keluarga Cemara, mungkin karena Saya beru dilahrikan tahun '94 ya yidak terlalu ingat. Tapi cerpennya sudah tamat semua :) Tokoh Ara menginspirasi Saya & byk orang pastinya

    penghuni60 said...

    Wah, bnr tuh sob, saya jg msh inget ama film Rumah Masa Depan, seingat saya, usia saya msh kcl wkt itu, msh imut2...

    Science Box said...

    munkin nanti kali ya, kalo aku jd stradara film, aku akan bikin film yg seru, yg gak kalah ama Box Office!

    ( lg mengkhayal... hihihi...

    alice in wonderland said...

    haha.... speechless dah ngomongin sinetron Indonesia.... bikin hipertensi aja. mendingan nonton serial tv bikinan luar negeri^^ memang gak "nasionalis" tapi minimal gak bete^^

    Sang Cerpenis bercerita said...

    makanya saya gak pernah nonton sinetron lagi sekarang.

    pendarbintang said...

    kali ini gak mau komentar panjang

    "say anggak suka nonton sinetron"

    He he he

    WONG SIKAMPUH said...

    Sebenar nya aq juga gak terlalu suka dgn sinetron tp bukan berarti tidak peduli dgn karya2 anak bangsa kita.Namun kadang aq juga jemu dengan tema yg di usung para sutradara.Knp tema2 tersebut tdk terlepas dari perebutan kekayaan dan balas dendam.Tapi ya sdh lah toh masyarakat luas bnyk yg menyukai tema ini. Btw itu komen nya juliet Kaya kereta api ya he...he...

    ra said...

    selamat blogging :)

    gw doank said...

    sama sob, saya lebih memilih acara2 sulap haha

    Tukang Gosip said...

    sepertinya makin banyak diantara kita semua yang mulai jenuh dengan sinetron lokal...begitupun dengan saya

    qsew said...

    sinetron sekarang memang gitu, dikejar2 masa tayang kali ya... jadi bikinnya ngasal ...

    Sudinotakim said...

    ya mas, sinetron jaman sekarang banyak berisi hal-hal yang sepatutnya tidak diajarkan pada masyarakat

    Permata Kusuma said...

    entah mo dibawa kemana moral bangsa ini.... lebay.com..... episode diperpanjang dengan cerita dan judul yang ga jelas......

    attayaya pura tanah lot said...

    mending liat berita aja deh daripada liat sinteron eeeh sinetron

    Usup Supriyadi said...

    sesungguhnya kemunculan sinetron ini, pihak mana yang harus disalahkan? Ada yang menuding mayoritas masyarakat Indonesia yang menengah ke bawah dan berpendidikan rendah membuat sinetron menjadi hal yang mudah diterima. Adapun kesalahan ada di pihak produser yang memanfaatkan tingkat ekonomi rakyat Indonesia untuk menjual hasrat dan berbagai utopianisme dari sinetron yang sebenarnya tidak berkualitas secara teknis. Jadi ini salah siapa? Atau jangan-jangan cuma bagai lingkaran Cartesian tak berujung?

    i hate shitnetron!

    Diary Osi said...

    Jadi mesti nonton sinetron apa dunk, sinetron korea atau barat az kali ya...heheheheheeee...

    adin said...

    Haha, iya, kangen ama sinetron jaman dulu yang lebih puya muatan moral dan mendidik dari pada yang sekarang, masih pake model telenovela, bah, padahal telenovela aja dah g jaman...parah...

    Meliana Aryuni said...

    Dulu aku suka 'Keluarga Cemara'....Mendidik dan terkesan alami....

    Muhammad Chandra said...

    bener banget sob , saya juga sangat benci dengan sinetron Indonesia yang jalan ceritanya itu berbelit-belit dan sangat membosankan . apalagi banyak sinetron yg plagiat ...

    Pulsa Murah said...

    Haha saya juga dah males liatnya, konyol, plagiat, ga kreatif bikin bosen itulah kesannya. Yang bermutu paling cuma 1 doang itu juga pas bulan puasa

    Yang suka sy heran kenapa si banyak banget adegan orang hilang ingatan gara2 kecelakan, tar sembuh lagi kalau dah kejedot.

    Muhammad Taqi said...

    mendingan gak usah nonton yang ringan...

    winterwing said...

    telmi.. telmi.. lemah banget. sering ada adegan ketabrak mobil jatuh sakit ker umah sakit, tambah molor... ceritanya.
    pemeran utama lemah. nggak berani langsung ngelawan musuh. makanya ceritanya makin besar. masalahnya makin besar. nggak cepat selesai. kayak masalah politik indonesia. menyelesaikan masalah denan sedikit bagian. yang besar diwariskan atau disalahkan kepada orang lain.
    sinetron hanyalah avatar. yang tampil sebenarnya adalah pembuat skenario yang mendongeng lewat aktor-aktor, aktris dan selebritis. salahkan aja production housenya, pembuat skenario nya. bukan selebritisnya atau tokoh ceritanya.
    tokoh antagonis sebenarnya cuma avatar sisi gelap pembuat skenario.

    hudaesce said...

    Kalao yang ini mah,bukannya lagi Setuju. Sepuluh malah. sudah saatnya nih Lembaga2 yang mengurusi tentang dunia perfilman indonesia untuk memperbaiki hal2 seperti itu.

    Qori said...

    santai aja om,,,
    kalau ane dirumah, sinetron jadi bahan tertawaan ane.

    Nyokap suka nonton sinetron, pasti ane gangguin dengan komen-komen pedas ttg sinetron.

    Dilihat dari pasar*pasar apa ya???
    Sinetron bakal punah tergantikan dengan drama korea. Masih ingatkan booming telenovela.?

    Anonymous said...

    karya punjabi bersodara hampir semua tipe sinetronya sama...mereka bukan orang indonesia jd mana peduli dg mendidik atau tidak mendidik yang penting biaya pembuatanya sedikit incomenya selangit..
    padahal semua sinetron itu kn harus lewat badan penyiaran, badan sensor atau apalah itu yang pesti orang2 di balik badan itu pasti orang indonesia asli yg tahu dan mengerti budaya indonesia, tapi lagi2 karna di negeri ini apapun bisa jalan mulus dengan uang segini, segitu ato wanimu piro ya begitulah maka sinetron tak bermutupun bebas tayang di jam prime time...
    coba orang2 di "badan" itu orang muda yg benar2 ngerti seni dan no money pasti tidak ada cinta fitri wira-wiri di tivi,tp generasi memang telah teracuni sebuah pepatah bilang "bila ingin memperbaiki negeri ini putuskan satu generasi" ato "yang muda yang bekerja yang tua dibuang saja" hahaha...piss bro.

    Anonymous said...

    bener bgt tuh...pantes indonesia di bego"in malaysia...orang malaysia kan nonton sinetron indonesia juga...di sinetron orang indonesia keliatan bego dan ga ada hukum di sinetron...ksdsng gs mssuk akal dan logika...

    tiffa said...

    sy skrg lg suka nonton sinetron Sampeyan Muslim? cukup mendidik dan lucu.

    asmarandana said...

    Saya kutuk semua pemain sinetron yang ada di RCTI, SCTV, dan Indosiar. Semoga mereka semua masuk neraka! Saya benar-benar jijik dengan tayangan itu.

    Post a Comment

    Pembaca dapat memberikan komentar yang terkait dengan artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan penulis blog dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator. Komentar yang berisi promosi atau tautan yang mengarah ke situs pornografi, perjudian atau pelanggaran lain akan dihapus.

     
    Copyright (c) 2010 Blogger templates by Bloggermint
    Powered by : Blogger