Ketika Presiden AS Pertama Nilep Buku

Posted on
  • Thursday, May 27, 2010
  • by
  • joe
  • in
  • Labels:
  • Mendiang Presiden AS George Washington, meninggalkan contoh yang buruk bagi rakyatnya. Ketika entah sengaja atau tidak dia meminjam buku dari perpustakaan New York Society Library, tapi dia tidak mengembalikan sampai akhir hayatnya.

    Washington memulai keterlibatannya dengan perjuangan rakyat Amerika melawan Inggris di usia 33 tahun dengan bertugas memimpin tentara Virginia. Pada tahun 1775, dia diangkat sebagai Panglima Tertinggi oleh Kongres Kontinental, yaitu kongres ke 13 daerah jajahan. Tahun 1776 revolusi kemerdekaan Amerika pecah dan Kongres Kontinental mengeluarkan deklarasi kemerdekaan dan sekaligus memisahkan diri dari Kerajaan Inggris.

    Tahun 1783 Inggris mengakui kemerdekaan Amerika dan tahun 1789 setelah Konstitusi disyahkan Washington diangkat secara bulat sebagai Presiden Amerika pertama. Tahun 1799 Washington meninggal dunia di Mount Vernon dalam usia 67 tahun, setelah tiga tahun meletakkan jabatan sebagai presiden.

    Kembali ke kasus Washington, berdasarkan catatan dari pihak perpustakaan, Washington meminjam buku The Law of Nations karangan Emer de Vattel pada tanggal 5 Oktober 1789. Ketika itu dia sudah diangkat sebagai orang nomor satu di negeri Paman Sam, karena dia menjabat sebagai presiden sejak 30 April 1789 hingga 4 Maret 1797, sebelum kemudian digantikan oleh John Adams. Pada tahun 1789 memang perpustakaan tersebut terletak di gedung yang sama dengan pemerintahan AS yang ketika itu masih berpusat di Manhattan.

    Sebenarnya pihak perpustakaan sudah menyadari kalau Washington masih memiliki tanggungan buku tersebut, namun pihak New York Society Library memilih mendiamkan saja dan baru terungkap ke publik pada 20 Mei 2010! Jadi setelah 221 tahun, atau dua abad lebih.

    Ketika berita itu terungkap, Museum George Washington di Mount Vernon segera menggantinya dengan salinan buku yang rupanya sudah hilang tersebut. Namun demikian Washington tidak dikenakan denda atas keteledorannya tersebut. Mau tahu jumlah dendanya jika diakumulasikan? ‘Cuma’ USD 300.000, atau setara dengan Rp. 2,7 milyard! (Sumber: AFP, Reuters, Wikipedia).

    24 comments:

    sunflo said...

    itulah resiko jadi org terkenal... cela sedikitpun akan diungkap ke permukaan.... hehehe... aq juga pernah neh, teledor ga balikin buku perpus.... nyesel bgt, untung aq buka org terkenal ya hehhee

    joe said...

    wah, sepertinya aku idem deh....

    cantigi said...

    wah, keren jg sadurannya, heuheu..

    Tukiran-MANAJEMEN EMOSI said...

    woow..kudu di hukum ni..eits..waah..bakalan suruh ngembaliin tu dialam baka

    wulan audy said...

    Ternyata presiden juga manusia ya.. :)

    darahbiroe said...

    heheh
    aku abis nilep buku
    di publish juga dunt sob heheh
    :D

    antokcupu said...

    obama kan juga manusia hehe
    makasih infonya
    :D

    tomo said...

    hehehe presiden kok bisa nilep buku.
    kan bisa beli segalanya kan.

    good luck dan sukses untukmu kawan di hari ini

    uswah said...

    berkunjung untuk mencari informasi terbaru

    Keping Hidup said...

    Tapi buku yang dipinjam judulnya The Law of Nations - jadi Washington baca itu untuk menerapkan hukum di negaranya - mungkin karena itu dimaafkan - kalee :D

    ferren said...

    @ antokcupu = bukan Obama bro, tapi George Washington. Gak nyimak ya?

    Wah, kalo di lndonesia pasti langsung dibentuk pansus 'Nilepbukugate' he he...

    ferren said...

    @ antokcupu = bukan Obama bro, tapi George Washington. Gak nyimak ya?

    Wah, kalo di lndonesia pasti langsung dibentuk pansus 'Nilepbukugate' he he...

    ferren said...

    @ antokcupu = bukan Obama bro, tapi George Washington. Gak nyimak ya?

    Wah, kalo di lndonesia pasti langsung dibentuk pansus 'Nilepbukugate' he he...

    ferren said...

    @ antokcupu = bukan Obama bro, tapi George Washington. Gak nyimak ya?

    Wah, kalo di lndonesia pasti langsung dibentuk pansus 'Nilepbukugate' he he...

    sanjati said...

    dulu pernah pinjam di perpus kampus, gara2 gak bawa kartu perpus akhirnya disimpan dalam baju. tapi setelah saya copy saya kembalikan lagi. xixixi

    ajeng said...

    Padahal setiap orang kan pernah melakukan kesalahan kan mas?

    Gudang Ilmu said...

    waduh
    kasian bener ya tu orang
    hanya karena lupa ketika sudah meninggal masih di tagih dan yang paling sialnya terungkap di publik

    achen said...

    Infio yang menarik....

    buwel said...

    Maaaf berkunjung doang neh, lom mbaca

    orange float said...

    jangan bilang siapa-siapa ya, Yuli juga pernah pinjam buku di perpus daerah dan sampai sekarang belum dibalikin mana kartu anggotanya sudah lama mati :( (maafkan saya ya bapak-bapak ibu-ibu perpus)

    bonk AVA said...

    patut di contoh... presiden aja rajin baca buku. kita jangan mau kalah. kita juga harus baca buku hehe....

    Rita Susanti said...

    Wah sebegitunya yah kalo di negeri orang, buku yg tidak dikembalikan saja harus diganti dengan barang yg sama, sementara di negara kita???

    tanti said...

    Mbo' ya gak usah di ungkit, kasian engkong washington dialam sana. Jangan2 di tagih di akhirat ya..

    devie said...

    men dibalekne dari akherat aja...

    Post a Comment

    Pembaca dapat memberikan komentar yang terkait dengan artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan penulis blog dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator. Komentar yang berisi promosi atau tautan yang mengarah ke situs pornografi, perjudian atau pelanggaran lain akan dihapus.

     
    Copyright (c) 2010 Blogger templates by Bloggermint
    Powered by : Blogger